Yuk Kenali Cara Kerja Vaksin Dan Imunisasi

Yuk Kenali Cara Kerja Vaksin Dan Imunisasi kerja vaksin

Pemberian vaksin atau imunisasi merupakan sebuah temuan hebat dalam bidang pelayanan dan intervensi kesehatan di dunia. Jutaan nyawa manusia telah terselamatkan dari berbagai penyakit berbahaya bahkan mematikan berkat pemberian vaksin.


Tak hanya itu, pengaruhnya juga sangat besar dirasakan perseorangan ataupun masyarakat luas. Angka kejadian penyakit menurun, wabah tak lagi mengancam, berkurangnya beban ekonomi masyarakat karena biaya perawatan kesehatan, hingga menurunnya angka kematian bayi maupun anak.


Meski begitu, di tengah masyarakat masih bisa ditemui kontroversi. Acara kumpul dengan sesama ibu yang seharusnya menyenangkan misalnya, bisa berubah jadi panas karena perbedaan pendapat mengenai perlu tidaknya imunisasi.


Satu ibu merasa pemberi vaksin mutlak diperlukan, sementara ibu yang satu lagi sebaliknya. Bagaimana bila Anda berada di tengah-tengah di mereka, Moms? Ke mana Anda akan berpihak?

Bila belum paham tentang sistem kekebalan tubuh, imunisasi dan cara kerja vaksin di sini, mungkin akan sulit menentukannya. Padahal, memahaminya tidak sulit.


Yang pertama perlu diketahui adalah soal kandungan vaksin. Dijelaskan dalam keterangan tertulis resmi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Pada Pekan Imunisasi Dunia 2019 lalu, vaksin mengandung virus atau bakteri atau bagian tertentu yang tidak menyebabkan penyakit tapi melatih sistem imun tubuh.


Bagaimana maksudnya vaksin melatih sistem imun atau kekebalan tubuh?
Vaksin yang masuk ke tubuh akan melatih sistem kekebalan tubuh atau yang biasa kita sebut sistem imun untuk merespon dengan menghasilkan antibodi untuk melawan virus atau bakteri tersebut.


Artinya, setelah imunisasi, tubuh akan menginat virus atau bakteri penyeab bakteri tersebut sehingga (jika suatu ketika) terdapat virus atau bakteri penyebab penyakit sesungguhnya, tubuh sudah terlatih dan akan menghasilkan antibodi yang dapat melawannya.

Namun namanya juga, latihan. Agar optimal, ketepatan waktu latihan sangat penting dan kadang-kadang tak cukup hanya berlatih satu kali. Begitu juga dengan vaksin dan imunisasi.


Itulah mengapa, untuk beberapa penyakit dibutuhkan lebih dari 1 dosis vaksin atau dosis booster. Gunanya untuk memastikan efek yang optimal.


Sebaliknya bila tidak pernah latihan, tubuh memberikan pintu masuk bagi bakteri untuk menyerang. Tubuh tidak mempunyai sistem untuk ‘mengenali’ virus atau bakteri spesifik tersebut sehingga tidak ada upaya ‘perlindungan’ untuk menolak atau memerangi.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.