Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Pada Kesehatan Mental Anak

Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Pada Kesehatan Mental Anak

keluarga
keluarga


Ingat, gangguan jiwa tidak selalu berarti gila, melainkan kondisi mentalnya tidak normal atau terganggu.

Menurut Nathan, anak yang tumbuh dibawah asuhan orang tua yang protektif akan menimbulkan dua gangguan mental, yaitu stres jangka pendek dan kronis.

Stres jangka pendek masih bisa diatasi dengan mudah.


Bila orangtua lebih sering memarahi atau menegur, anak bisa mengalami stres jangka pendek atau mengarahkan anak dengan persuasif, sehingga anak mengikuti kehendak orangtuanya.

Sedangkan anak yang mengalami stres kronis, mungkin mendapatkan perlakuan yang lebih kejam dari orangtuanya.


Mereka biasanya tidak berdaya dan harus selalu mengikuti arahan dari orangtuanya. Bila tidak, mereka bisa mendapatkan hukuman berupa kekerasan fisik, mental, hingga pelecehan.

Baca Juga : Cegukan Tanda Gugup atau Gangguan Kesehatan?

Anak yang mengalami stres kronis bisa mengalami kecemasan, depresi, gangguan suasana hati, bahkan memberontak di masa depan.


Selain itu, anak dengan pola asuh protektif juga bisa mengalami gangguan kecemasan. Dengan pola asuh protektif menyebabkan anak tidak memiliki kesempatan untuk mengalami situasi yang baru dan cenderung merasa ketakutan menghadapi segala sesuatu.


Anak yang terlalu diproteksi juga cenderung kurang terbiasa menghadapi tekanan dan kurang mampu untuk mengatasi situasi yang sulit.
Lalu apa yang sebaiknya dilakukan orang tua dalam mendidik anak?

Melihat dampak buruk yang bisa terjadi pada anak akibat pola asuh protektif di atas, orangtua dianjurkan untuk mengasuh anak secara bijak. Orangtua boleh memberikan aturan dan mengawasi anak, tetapi lakukanlah dengan bijak tanpa menggunakan hukuman fisik, apalagi ancaman.


Jangan kekang anak dan biarkan anak bertumbuh sesuai usianya dan memilih sesuai keinginannya.

Orangtua hanyalah berperan sebagai pengawas serta mengarahkan anak bila ia berbuat salah atau menyimpang dari norma yang berlaku.