Disentri Dan Cara Untuk Mengobatinya

disentri

Disentri

Adalah penyakit radang usus yang menyebabkan diare disertai darah atau lendir Feses pengidap disentri bertekstur lembek atau cair. Seseorang berisiko terkena disentri jika mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri penyebabnya.

Gejala yang ditimbulkan

Akibat disentri antara lain diare yang disertai darah atau lendir, demam, mual, muntah, dan kram perut.

Jika terjadi gejala lanjutan yang lebih buruk segera bicarakan pada dokter, kondisi tersebut biasanya dimulai muncul tanda dehidrasi, seperti haus berlebihan, pusing, dan jantung berdebar.

Cara Mengobati Disentri

Pengobatan disentri tentunya disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala yang muncul.

Sebagian pengidap perlu mendapatkan perawatan di rumah sakit selama beberapa hari. Sementara sebagian yang lain cukup dirawat di rumah dengan istirahat total.

Baca Juga : Perbedaan Gejala Amandel dan Radang Tenggorokan

Secara umum, berikut ini pengobatan yang bisa dijalani oleh pengidap disentri:

  • Konsumsi Antibiotik. Obat ini diberikan untuk membunuh bakteri penyebab disentri. Antibiotik ampuh ketika jumlah obat di dalam tubuh dijaga dengan tingkat yang konsisten, sehingga kamu perlu minum antibiotik sesuai anjuran dokter. Teruskan penggunaan antibiotik hingga habis meski gejala menghilang beberapa hari setelahnya. Berhenti minum antibiotik terlalu cepat meningkatkan risiko kambuhnya infeksi bakteri.
  • Obat Amoebicidal. Pada disentri yang disebabkan oleh amuba, obat-obatan amoebicidal, seperti metronidazole dan tinidazole dapat digunakan untuk membunuh amuba dan parasit. Dalam beberapa kasus, obat lanjutan juga bisa diberikan untuk memastikan semua parasit benar-benar sudah hilang.
  • Ganti Cairan Tubuh yang Hilang. Penderita gejala disentri akan kehilangan banyak cairan tubuh, seperti diare dan muntah berulang. Kondisi ini bisa kita atasi dengan perbanyak minum air putih atau oralit. Perlu diketahui oralit tidak bisa menyembuhkan disentri, karena hanya membantu mencegah dehidrasi.

Oralit bisa kamu buat sendiri dengan tiga bahan dasar, yakni gula, garam, dan air. Campurkan ketiga bahan tersebut dalam sebuah wadah dan minum beberapa kali sehari, hingga keadaan membaik. Jika tidak ingin repot, kamu bisa membeli oralit kemasan di apotek terdekat dan larutkan dalam segelas air.

Sedangkan Untuk Bayi

Bagi bayi pengidap disentri yang berusia di bawah enam bulan, bisa manfaatkan ASI eksklusif untuk mencegah diare memburuk. Kandungan alami ASI menghambat pertumbuhan kuman penyebab diare. Pada kasus yang sangat parah, dokter dapat merekomendasikan untuk memasang infus untuk menggantikan cairan dan mencegah dehidrasi.

  • Perubahan Gaya Hidup. Dimaksudkan untuk mengurangi gejala dan mencegah kondisi memburuk. Di bawah ini beberapa perubahan gaya hidup yang dianjurkan bagi pengidap disentri.
  • Perbanyak istirahat. Sebaiknya hindari melakukan aktivitas berat selama beberapa waktu, hingga kondisi benar-benar pulih.
  • Hindari menyiapkan makanan atau air untuk orang lain. Pasalnya, bakteri masih ada di tubuh pengidap sampai 1-2 minggu setelah gejala muncul. Selain itu, jaga kebersihan makanan dan minuman yang dikonsumsi, termasuk peralatan makan yang digunakan.
  • Perhatikan jenis makanan yang dikonsumsi. Pengidap dianjurkan konsumsi makanan lunak yang tinggi protein dan rendah serat. Hindari konsumsi makanan terlalu pedas, asam, berminyak, berlemak, dan makanan mentah. Hindari konsumsi minuman kemasan yang segelnya rusak, serta susu dan produk olahannya yang tidak dipasteurisasi.
  • Cuci tangan pakai sabun. Terutama saat menyiapkan makanan, saat makan, setelah menyentuh hewan, setelah pergi ke toilet, dan sebelum menyentuh wajah.
  • Buang popok di tempat sampah tertutup. Jika anak menggunakan popok dan terinfeksi bakteri, bersihkan tempat penggantian popok dengan disinfektan. Kemudian, cuci tangan pakai sabun dan air hangat setelahnya.

Itulah pengobatan disentri yang bisa dilakukan di rumah. Jika terjadi gejala-gejala lebih parah sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.